Perencanaan Guru dalam Program Kegiatan Pembelajaran
Dalam tahap perencanaan terhadap kemampuan guru dilihat dari cara penyusunan kegiatan program kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru. Menurut Depdiknas tentang Penilaian Kinerja Guru (2008: 22) “Tahap perencanaan dalam kegiatan pembelajaran adalah tahap yang berhubungan dengan kemampuan guru menguasai bahan ajar”. Selain itu, menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yaitu
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar Kemampuan guru dalam hal ini dapat dilihat dari cara atau proses penyusunan program kegiatan pembelaajran yang dilakukan guru.
Dari penjelasan diatas, silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan standar isi yang mencakup materi ajar dan tingkat kompetensi untuk mecapai kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan. Standar kompetensi lulusan yang merupakan pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Dalam pelaksanaannya pengembangan silabus dapat dilakukan oleh guru secara mandiri atau berkelompok pada sebuah sekolah.
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses mengungkapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan jabaran dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa dalam upaya mencapai kompetensi dasar. Guru harus menyusun secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung menyenangkan dan memotivasi siswa.
Sumber Rujukan
Depdiknas. (2008). Penilaian Kinerja Guru.Departemen Pendidikan Nasional.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Description: Perencanaan Guru dalam program kegiatan pembelajaran
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Perencanaan Guru dalam program kegiatan pembelajaran
Minggu, 23 Februari 2014
Kamis, 26 Desember 2013
Fotografi tumbuhan hijau
Selamt menjalani hari dengan semangat..,
ini merupakan foto yang yang jepret beberapa hari lalu waktu berkunjung ke kerumah ibu. Objeknya gak begitu sulit di temukan
hanyalah tanaman liar yang tumbuh menjulang dari temennya.. (rumput liar lain)...
menurut saya cukup menarik.. ditambah dengan cuaca yang begitu cemerlang..
lets check...,,
photografi
photografi
photografi
photografi
photografi
photografi
photografi
photografi
photografi
Gallery foto ini terinspirasi dari tutorialnya mas http://mas-andes.blogspot.com/
silahkan berkunjung kesana saya.. kalo mau buat gallery photo yang sama..
Share On:
Description: Fotografi tumbuhan hijau
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Fotografi tumbuhan hijau
Jumat, 20 Desember 2013
Disiplinkan siswa dengan kasih sayang
Dalam pembelajaran guru dihadapkan pada siswa dengan berbagai macam latar belakang, sikap, dan potensi yang kesemuanya akan terlihat pada kebiasaannya dalam mengikuti pembelajaran dan berprilaku di sekolah. Berbagai macam sikap siswa yang tidak sesuai dengan aturan sekolah diantaranya merokok, membolos, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, membuat keributan di kelas, melawan guru, dan berkelahi di kelas. Sikap siswa seperti itu akan menganggu proses pembelajaran, kondisi ini diharapkan guru untuk mendisiplinkan siswa.Mendisiplinkan siswa harus dilakukan dengan kasih sayang dan harus ditunjukan untuk membantu siswa mengatasi, mencegah timbulnya masalah disiplin, dan berusaha menciptakan situasi yang menyenangkan bagi kegiatan pembelajaran. Sehingga siswa itu mentaati segala peraturan yang telah ditetapkan. Hal ini sejalan dengan pendapat Mulyasa (2011:170) “Disiplin dengan kasih sayang merupakan bantuan kepada siswa agar mampu berdiri sendiri”. Dalam menanamkan disiplin, guru bertanggung jawab mengarahkan dan berbuat baik, menjadi contoh, sabar dan penuh perhatian. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru yaitu: membantu siswa mengembangkan pola prilaku untuk kebaikan siswa tersebut dan menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat untuk menegakkan disiplin.

Sumber Rujukan
Mulyasa. (2011). Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sumber Rujukan
Mulyasa. (2011). Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Share On:
Description: Disiplinkan siswa dengan kasih sayang
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Disiplinkan siswa dengan kasih sayang
Kamis, 19 Desember 2013
pentingnya kreativitas pembelajaran
Kreativitas pembelajaran merupakan hal penting dalam pembelajaran. Menurut Dasim Budimansyah, dkk (2010: 70) “Kreativitas adalah menciptakan kegiatan belajar yang beragam yang dilaksanakan guru dalam pembelajaran”. Elin Rosalin (2008:50) “guru yang kreatif merupakan guru yang mampu menciptakan iklim suasana pembelajaran yang menantang dan mempu membelajarkan dengan menyenangkan”. Selain itu, Hamzah Uno dan Nurdin Mohamad (2011:12) ”Pembelajaran kreatif merupakan salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berfikir siswa dalam mengikuti pembelajaran”.
Pentingnya kreativitas dalam pembelajaran tercermin dalam pemberian gagasan atau ide guru dalam menyampaikan materi ajar yang membuat suasana menjadi tidak bosan dan membangkitkan semangat siswa. Jadi dari jabaran diatas dapat diketahui bahwa kreativitas pembelajaran merupakan menciptakan kegiatan belajar yang beragam yang agar siswa tidak bosan dalam pembelajaran dan mengembangkan kemampuan berfikir terhadap materi yang diberikan sehingga nantinya meningkatkan kemampuan siswa yang dapat meningkatkan hasil belajar.
Sumber Rujukan
Sumber gambar :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9ZOSQr3RymOank4Yq4B33ONS1dTFgTUHGHGA9ZadzG_5z5xhO5H3vuNBJJ2PfqeuxQXWqfqyVLHBp5ycVyzMBhaQ6q9Gzj8aHEXDaUpsAqapTOYFJ7di1zo40f4Q1TA2mBQKztX9jpSw/s1600/inovasi+belajar.jpg
Dasim Budimansyah, Suparlan, & Danny Meirawan. (2010). PAKEM . Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Bandung: PT Genesindo.
Elin Rosalin. (2008). Bagaimana menjadi guru inspiratif?. Bandung: PT Karya Mandiri Persada.
Hamzah Uno & Nurdin Mohammad. (2011). Belajar dengan Pendekatan Pembelajaran Aktif Inovatif Lingkungan Kreatif Efektif Menarik. Jakarta: Bumi Aksara.
Share On:
Description: pentingnya kreativitas pembelajaran
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: pentingnya kreativitas pembelajaran
Minggu, 15 Desember 2013
cara membangkitkan perhatian dan motivasi belajar siswa
Menurut Elin Rosalin (2008:84) “Motivasi belajar belajar adalah suatu nilai dan suatu dorongan untuk belajar”. Melalui gagasan / ide dan perilaku pembelajaran yang kreatif terkait dengan usaha guru dapat membangkitkan perhatian dan motivasi belajar siswa. Iskandar Agung (2010:38) “Kreativitas bukan hanya mengacu pada hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran, seperti pemberian materi dan penggunaan metode, tetapi juga perwujudan perilaku guru yang komunikatif, menyenangkan, membimbing, dan kesejajaran”.

Dari penjelasan ini diketahui beberapa hal yang dapat menjadi acuan bagi guru untuk membangkitkan perhatian dan motivasi siswa, diantaranya: menggunakan gaya bahasa yang komunikatif dan tidak monoton agar bahan ajar yang diberikan tidak membosankan dan mudah di cerna siswa. Menciptakan suasana interaksi pembelajaran yang luwes dan bersahabat antara guru dan siswa. Memberikan bentuk pujian kepada siswa yang memperlihatkan perhatian dan motivasi belajar siswa.
Sumber Rujukan
Elin Rosalin. (2008). Bagaimana menjadi guru inspiratif?. Bandung: PT Karya Mandiri Persada.
Iskandar Agung. (2010). Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran bagi Guru. Jakarta: Bestari Buana Murni.
Dari penjelasan ini diketahui beberapa hal yang dapat menjadi acuan bagi guru untuk membangkitkan perhatian dan motivasi siswa, diantaranya: menggunakan gaya bahasa yang komunikatif dan tidak monoton agar bahan ajar yang diberikan tidak membosankan dan mudah di cerna siswa. Menciptakan suasana interaksi pembelajaran yang luwes dan bersahabat antara guru dan siswa. Memberikan bentuk pujian kepada siswa yang memperlihatkan perhatian dan motivasi belajar siswa.
Sumber Rujukan
Elin Rosalin. (2008). Bagaimana menjadi guru inspiratif?. Bandung: PT Karya Mandiri Persada.
Iskandar Agung. (2010). Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran bagi Guru. Jakarta: Bestari Buana Murni.
Share On:
Description: cara membangkitkan perhatian dan motivasi belajar siswa
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: cara membangkitkan perhatian dan motivasi belajar siswa
Senin, 09 Desember 2013
dasar kriteria penilaian kinerja guru
Kinerja mempunyai aspek yang luas, meliputi berbagai aspek dalam pelaksanaan pekerjaan. Dalam hal ini yang termasuk dalam aspek pekerjaan guru yaitu dalam proses pembelajaran. Guru melakukan pekerjaan mendidik dan mengajar siswa sehingga dapat dikatakan kinerja guru adalah hasil usaha yang dilakukan guru dalam bekerja untuk mencapai keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran merupakan proses interaksi siswa dengan guru pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran ini perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang dikembangkan adalah standar proses.
Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berdasarkan kepada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Satuan Pendidikan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yaitu
Standar proses, meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Dari Permendiknas diatas menjadikan kriteria dalam penilaian kinerja guru. Indikator kinerja guru yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran ini dilihat pada aspek penyusunan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran yang diantaranya terdiri dari indentitas mata pembelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan lain-lain. Pelaksanaan pembelajaran dilihat pada aspek kegiatan pendahuluan seperti menyiapkan siswa dalam proses pembelajaran. Kegiatan inti yang merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar. Penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa.
Sumber Rujukan :
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Pembelajaran merupakan proses interaksi siswa dengan guru pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran ini perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang dikembangkan adalah standar proses.
Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berdasarkan kepada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Satuan Pendidikan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yaitu
Standar proses, meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Dari Permendiknas diatas menjadikan kriteria dalam penilaian kinerja guru. Indikator kinerja guru yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran ini dilihat pada aspek penyusunan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran yang diantaranya terdiri dari indentitas mata pembelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan lain-lain. Pelaksanaan pembelajaran dilihat pada aspek kegiatan pendahuluan seperti menyiapkan siswa dalam proses pembelajaran. Kegiatan inti yang merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar. Penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa.
Sumber Rujukan :
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Share On:
Description: dasar kriteria penilaian kinerja guru
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: dasar kriteria penilaian kinerja guru
Minggu, 08 Desember 2013
Definisi Hasil Belajar Siswa
Dalam proses pembelajaran diperlukan hubungan aktif antara guru dan siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Tujuan ini pada dasarnya merupakan rumusan tingkah laku dan kemampuan yang harus dicapai dan dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan dinyatakan dalam seluruh aspek tingkah laku. Menurut Slameto (1991:2) “Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.
Menurut Winkel (1996:50) “Adanya perubahan dalam pola perilaku inilah yang menandakan telah terjadi belajar”. Semua perubahan merupakan suatu hasil belajar dan mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Tujuan belajar pada hakekatnya adalah untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Hasil belajar merupakan suatu prestasi yang dicapai setelah mengikuti proses belajar mengajar.

Pendapat diatas sejalan dengan pendapat Sudjana (1990:22) mendefinisikan “Hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya”. Pendapat tersebut menekankan bahwa hasil belajar adalah kemampuan merubah tingkah laku yang terjadi karena suatu usaha. Perubahan tingkah laku meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperoleh peserta didik dari suatu proses belajar nilai-nilai yang terkandung didalamnya dan dapat digambarkan dalam bentuk angka-angka atau skor nilai yang dipergunakan dalam bentuk dunia pendidikan.
Sumber Rujukan
Slameto. (1991). Belajar dan Faktor -faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Winkel, W.S. (1996). Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Sudjana, Nana. (1990). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Menurut Winkel (1996:50) “Adanya perubahan dalam pola perilaku inilah yang menandakan telah terjadi belajar”. Semua perubahan merupakan suatu hasil belajar dan mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Tujuan belajar pada hakekatnya adalah untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Hasil belajar merupakan suatu prestasi yang dicapai setelah mengikuti proses belajar mengajar.
Pendapat diatas sejalan dengan pendapat Sudjana (1990:22) mendefinisikan “Hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya”. Pendapat tersebut menekankan bahwa hasil belajar adalah kemampuan merubah tingkah laku yang terjadi karena suatu usaha. Perubahan tingkah laku meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperoleh peserta didik dari suatu proses belajar nilai-nilai yang terkandung didalamnya dan dapat digambarkan dalam bentuk angka-angka atau skor nilai yang dipergunakan dalam bentuk dunia pendidikan.
Sumber Rujukan
Slameto. (1991). Belajar dan Faktor -faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Winkel, W.S. (1996). Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Sudjana, Nana. (1990). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Share On:
Description: Definisi Hasil Belajar Siswa
Rating: 3.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Definisi Hasil Belajar Siswa
Langganan:
Postingan (Atom)



